π‘ PROFIL PADUKUHAN DENGOK VI
Profil Padukuhan Dengok VI
Kelurahan Dengok, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta
π 1. Sejarah Singkat
Kalurahan Dengok resmi berdiri sebagai satu kesatuan administrasi pasca-kemerdekaan Indonesia, berlandaskan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948. Seperti desa-desa lainnya di Yogyakarta pada masa itu, Dengok terbentuk dari penggabungan (merger) beberapa kelurahan lama berskala kecil. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur tata pamong desa, mengefektifkan pelayanan publik, serta menyatukan potensi masyarakat.
πΊοΈ 2. Geografis dan Batas Wilayah
Secara geografis, Dengok terletak di dataran rendah kawasan inti Kapanewon Playen. Kondisi topografinya relatif rata dan landai, sehingga memiliki aksesibilitas yang sangat baik karena terhubung langsung dengan koridor ekonomi utama antar-wilayah di Gunungkidul. Karakteristik tanahnya subur dan cocok untuk sektor pertanian musiman.
Batas-batas Administratif Kalurahan Dengok:
- Utara: Kalurahan Ngawu (Kapanewon Playen)
- Selatan: Kalurahan Plembutan (Kapanewon Playen)
- Barat: Kalurahan Bandung (Kapanewon Playen)
- Timur: Kapanewon Wonosari (Ibu Kota Kabupaten)
ποΈ 3. Pembagian Administratif
Kalurahan Dengok memiliki wilayah administratif yang cukup padat dan membawahi 4 Padukuhan (Dusun), yaitu:
πΎ 4. Kependudukan dan Mata Pencaharian
Dengok dihuni oleh sekitar 2.000 hingga 2.500 jiwa. Struktur mata pencaharian warganya didominasi oleh sektor agraris (pertanian dan peternakan). Petani setempat menanam padi pada musim penghujan serta jagung, kedelai, dan singkong sebagai palawija di musim kemarau. Komunitas peternak sapi dan kambing juga berkembang pesat. Selain itu, karena letaknya yang strategis, banyak warga yang membuka usaha perdagangan, jasa, buruh swasta, hingga berprofesi sebagai PNS.
π 5. Kehidupan Bermasyarakat dan Budaya
Masyarakat Dengok hidup dalam lingkungan yang guyub, rukun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Semangat gotong royong warga sangat kental, terutama dalam tradisi sambatan (membangun rumah warga secara swadaya) dan kerja bakti dusun. Kebudayaan lokal seperti upacara adat Rasulan (Bersih Desa) rutin digelar setiap tahun sebagai simbol syukur kolektif. Kelompok PKK, Karang Taruna, dan kesenian tradisional (seperti Jathilan dan Slawatan) berjalan aktif di setiap padukuhan.
π DETAIL UNIT KKN (UNIT 187)
Unit: 187 (Reguler)
Lokasi: Dengok, Playen, Gunungkidul
DPL 1: Edi Safitri, S.Ag., M.S.I.
DPL 2: Walid Jumlad S.Psi, M.Psi, Psikolog